Thursday, November 15

Tips Sukses Menjalankan Wedding Organizer

Di tengah kesibukan masyarakat urban saat ini, jasa wedding organizer sangat dibutuhkan dan sangat membantu bagi pasangan-pasangan yang hendak menikah. Mengingat pernikahan adalah momen yang penting dan sakral bagi semua budaya di masyarakat Indonesia. Bahkan tak jarang yang masih menganggap pernikahan adalah sebagai ajang unjuk gengsi.  Namun persiapannya yang tidak mudah, ditambah lagi memakan waktu, membuat banyak pasangan yang khawatir acara pernikahannya tidak berjalan dengan baik atau bahkan berantakan.

Tentu saja ini adalah celah yang bisa menjadi bisnis sampingan ataupun sumber penghasilan utama. Akan tetapi, tidak mudah menjadi wedding organizer yang sukses dan bisa dipercaya oleh banyak pasangan untuk mengurus momen sakral mereka. Perlu beberapa acuan utama agar wedding organizer yang kita kelola terus berkembang dan menjadi yang terbaik.

Baca juga: 10 Cara Anti Bangkrut dalam Persiapan Pernikahan

1. Menawarkan Konsep yang Menarik

Setiap orang pasti menginginkan pernikahannya menjadi kenangan yang indah dan berkesan. Acuan pertama dalam menjalankan bisnis wedding organizer adalah selalu mempunyai dan  konsep pernikahan yang baru, unik dan menarik. Dengan konsep yang baru, unik dan menarik ini maka peluang Anda untuk memuaskan konsumen akan terbuka lebar. Memang Anda harus kreatif dan inovatif untuk mendapatkan konsep-konsep tersebut. Tawarkanlah konsep pernikahan yang menarik. Namun jika klien  sudah mempunyai konsep sendiri, wedding organizer harus bisa menyesuaikan diri dengan konsep yang diajukan konsumen.

2. Membangun Relasi dan Kerjasama yang Kuat dengan Partner

Dalam menjalankan bisnis wedding organizer, tidaklah mungkin untuk berdiri sendiri, sudah pasti melibatkan banyak pihak untuk dikoordinir. Seperti pihak katering, salon atau rias pengantin, properti, sound system, pengisi acara hingga tim dokumentasi dan lainnya, merupakan pihak yang harus dijaring untuk melengkapi bisnis wedding organizer. Hal yang utama dalam menguatkan relasi dan kerjasama dengan partner ini adalah komunikasi dan koordinasi. Tanpa adanya komunikasi dan koordinasi yang baik antar pihak-pihak tadi, usaha WO ini umumnya akan mengalami kegagalan.

3. Membangun Tim Kerja yang Solid

Selain harus membangun relasi yang kuat dengan partner bisnis, wedding organizer juga harus memiliki tim kerja yang juga solid. Untuk menciptakan hal ini sebagai leader haruslah supel dan mampu membawa atmosfir kerja dan teamwork yang profesional. Ada kalanya juga harus tegas untuk menghadapi kondisi yang ada. Leader harus memberikan pengetahuan dan pelatihan yang baik kepada tim kerjanya. Agar mereka bisa menjaga kualitas dan pelayanan wedding organizer, sehingga pelanggan puas.

4. Promosikan Secara Offline dan Online

Agar bisnis wedding organizer Anda dikenal banyak orang dan mendapatkan banyak penawaran, maka Anda harus mempromosikannya. Promosi ini bisa dijalankan secara offline dan online. Contoh bentuk promosi offline adalah: menyebar brosur, beriklan di media massa, mengikuti pameran atau mensponsori acara. Sedangkan contoh bentuk promosi Online adalah: melalui berbagai media sosial, melalui instant messaging atau pesan singkat, juga media website serta blog.

5. Melayani Konsumen Sebaik Mungkin

Terakhir, tips sukses untuk menjalankan bisnis wedding organizer adalah dengan melayani konsumen dengan sebaik mungkin. Dalam bernegosiasi dengan konsumen. Memang wedding organizer akan sering dihadapkan dengan permintaan-permintaan mereka. Saat mendapatkan hal ini, wedding organizer tak boleh begitu saja menolaknya. Lebih dari itu, harus mendengarkan, memahami dan menampung keinginan konsumen. Bila memang Anda rasa keinginan konsumen berlebihan dan sangat sulit untuk diwujudkan, harus dijelaskan dengan baik agar konsumen tidak tersinggung dan bisa menerima.